Rabu, 17 September 2014

5 Ritual yang Dilakukan Orang-Orang Sukses Sebelum Sarapan Pagi

5 Ritual yang Dilakukan Orang-Orang Sukses Sebelum Sarapan Pagi



Perbedaan orang sukses dan mereka yang tidak terletak di bagaimana pribadi-pribadi tersebut memanfaatkan waktu yang dimiliki. Alokasi waktu yang baik akan mempengaruhi kinerja dan performa seseorang sepanjang hari. Bahkan terkadang, keberhasilan hari ditentukan dari apa yang dilakukan seseorang di awal pagi.
Kali ini Hipwee akan membahas 5 hal yang dilakukan orang-orang sukses sebelum mereka sarapan pagi dan memulai harinya. Kebiasaan mereka ini sangat layak untuk kamu tiru jika ingin mendapatkan kesuksesan yang serupa. Sudah makin ingin tahu apa saja kebiasaannya?


1. Mereka Memperhitungkan Waktunya Dengan Baik

Memanfaatkan waktu dengan baik
Memanfaatkan waktu dengan baik via blog.khoobsurati.com
Kebanyakan orang hanya menjalani hari tanpa rencana. Melakoni kewajiban hari itu tanpa membuat daftar pekerjaan sama sekali. Melakukan kegiatan tanpa panduan macam ini tidak pernah dilakukan oleh orang-orang yang sukses. Mereka memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan menghitungnya hingga ke satuan terkecil.
Memperhitungkan waktu dengan baik bisa membuatmu tahu di kegiatan apa waktumu terbuang sia-sia. Semisal, ternyata selama ini kamu tidak efisien bekerja karena terlalu lama bergurau dengan teman kantor di jam makan siang. Atau waktumu banyak terbuang karena terlalu asyik memelototi media sosial. Setelah mengetahui hal ini, kamu bisa mengubah kebiasaan itu dan menjadikan hari-harimu berjalan lebih efisien.


2. Sebelum Sarapan, Orang-Orang Sukes Menggunakan Waktunya Untuk Membuat Pagi Mereka Sempurna

Berusaha menciptakan pagi yang sempurna
Berusaha menciptakan pagi yang sempurna via sarahsamudre.tumblr.com
Waktu sebelum sarapan kemudian berangkat kerja dimanfaatkan sebisa mungkin oleh orang-orang sukses untuk menciptakan pagi yang menyenangkan. Biar bagaimanapun, pagi adalah amunisi bagi kekuatan seseorang sepanjang hari tersebut. Pagi yang sempurna bisa datang dari berbagai hal: berpelukan lebih lama dengan orang tersayang, sarapan soto langganan, sampai memutar musik dan menari di kamar.
Selain itu, orang-orang sukses juga menggunakan waktu paginya untuk bercengkerama dan memberikan perhatian pada keluarga dan orang-orang terkasih. Mereka ingin saat nanti keluar dari pintu rumah, hati dan pikiran mereka sudah benar-benar siap untuk menghadapi berbagai tantangan yang menanti di hari tersebut.


3. Orang-Orang Sukses Mentaati Jadwal yang Mereka Buat Sendiri

Menaati jadwal yang dibuat
Menaati jadwal yang dibuat via workawesome.com
Laura Vanderkam, pengelola laman Succes menjelaskan perbedaan orang sukses dan mereka yang tidak atau belum mencapai kesuksesan dalam memanfaatkan waktu sebelum sarapan pagi. Orang-orang sukses selalu mentaati jadwal yang mereka ciptakan sendiri. Mereka patuh pada aturan yang telah mereka buat, menyesuaikan waktu dan kegiatannya dengan jadwal tersebut.
Setiap pagi, buatlah jadwal hingga ke satuan waktu terkait kegiatan yang perlu kamu lakukan hari itu sebelum keluar dari rumah. Semisal, untuk mandi kamu mengalokasikan waktu 15 menit. Berdandan, alokasikanlah waktu sepanjang 10 menit. Ngobrol dengan keluarga dan membaca koran pagi selama 30 menit.
Orang-orang sukses benar-benar mengikuti jadwal yang mereka tentukan sendiri. Mereka paham bahwa waktu terlalu berharga untuk dibuang dengan sia-sia.


4. Ritual Sebelum Sarapan Benar-Benar Dilakoni Sebagai Sebuah Kebiasaan

Menciptakan kebiasaan yang positif
Menciptakan kebiasaan yang positif via scoutsixteen.com
Roy F Baumister, psikolog dari Florida State University menjelaskan pentingnya melakoni ritual pagi sebagai sebuah kebiasaan. Ia menyebut waktu pagi adalah momen paling gemilang untuk memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh manusia.
“Kekuatan manusia itu sebenarnya seperti masa otot. Setelah digunakan untuk tidur dan beristirahat di malam hari, kekuatan seseorang akan mencapai titik maksimalnya. Hal ini akan berbeda jika dibandingkan dengan sore atau malam hari. Karena itu penting bagi orang yang ingin sukses untuk memanfaatkan paginya sebaik mungkin.”
Orang-orang sukses berusaha melakoni ritual paginya sebagai sebuah kebiasaan. Mereka mengerti bahwa waktu emas di pagi hari harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Mereka akan menciptakan ritual yang paling menyenangkan dan efektif, kemudian disiplin untuk melakoninya saban hari.


5. Waktu Sebelum Sarapan Justru Dimanfaatkan Untuk Melakukan Hal yang Benar-Benar Penting

Memanfaatkan waktu pagi untuk menyelesaikan pekerjaan penting
Memanfaatkan waktu pagi untuk menyelesaikan pekerjaan penting via www.businessinsider.com
Saat orang lain bermalasan di pagi hari, orang-orang sukses memanfaatkan waktu paginya dengan melakukan berbagai hal yang justru sangat penting. Randeep Rekhi, seorang pekerja purna waktu di Colorado memanfaatkan 3 jam waktu paginya untuk berolahraga dan mengurus bisnis anggur keluarganya. Saat ia datang ke kantor jam 8 pagi, otaknya sudah tidak lagi tertinggal di kegiatan domestik. Ia sudah sepenuhnya siap bekerja.
“Setiap aku malas untuk bangun jam 5 pagi, aku memikirkan banyaknya hal yang bisa aku lakukan di waktu pagiku. Kemalasanku untuk bangun jam 5 pagi harus dibayar dengan tidak efektifnya pekerjaanku pada jam 10 siang nanti. Karena itu aku memilih untuk selalu bangun pagi.”

Apakah kamu sepakat bahwa yang mereka lakukan memang perlu kamu adaptasi? Yuk, kita mulai menapaki jalan menuju sukses mulai sekarang. Selamat pagi! Selamat menjalani harimu!
Terinspirasi dari laman Success. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

Biar Magang Nggak Sia-Sia dan Kamu Bisa Direkrut Jadi Pegawai, Ini yang Harus Kamu Lakukan!

Biar Magang Nggak Sia-Sia dan Kamu Bisa Direkrut Jadi Pegawai, Ini yang Harus Kamu Lakukan!



Mahasiswa tentu sudah akrab dengan kegiatan magang. Tergantung universitasmu, magang juga bisa menjadi salah satu syarat mendapatkan gelar sarjana. Di sinilah mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat mereka di bangku kuliah. Selain itu, mahasiswa juga bisa mengenal dunia kerja secara profesional sebelum nantinya terjun langsung ke sana setelah lulus.
Nah, di artikel kali ini Hipwee sudah menyiapkan tips-tips yang bikin kegiatan magangmu nggak sekedar memenuhi kewajiban atau menghasilkan nilai. Bukan nggak mungkin lho kamu bisa direkrut jadi pegawai di tempat magangmu!

1. Jangan Pernah Datang Terlambat

jangan telat
jangan telat via www.mworker.com
Sebagai mahasiswa magang, kamu perlu membangun citra yang baik di tempat magangmu. Caranya, datanglah ke tempat kerja tepat waktu. Tunjukan bahwa kamu adalah pribadi yang disiplin dan menghargai waktu. Bahkan, kamu bisa datang satu atau setengah jam lebih awal dari jam masuk kerja.
Dengan datang lebih awal, kamu punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kamu bisa mengatur meja kerjamu agar tetap terlihat rapi, menyusun to do list untuk hari itu, dan memulai pekerjaan dengan lebih rileks.
Usahakan untuk datang lebih awal dan jadilah yang paling terakhir saat jam pulang kantor. Sikap disiplin dan tepat waktu akan jadi catatan tersendiri bagi atasan dan perusahaan.


2. Pastikan untuk Selalu Berpakaian Rapi

berpakaian rapi
berpakaian rapi via www.mworker.com
Bukan cuma anak magang, semua pegawai punya kewajiban untuk berpakaian rapi ke kantor. Bedanya, anak magang dituntut untuk lebih memperhatikan penampilan karena hal inilah yang menjadi salah satu aspek penilaian magang.
Sebelum memulai kegiatan magang, sebaiknya cari informasi seputar cara berpakaian. Kamu bisa browsing atau bertanya langsung pada kakak tingkat atau teman yang pernah magang di tempat yang sama denganmu. Pasalnya, masing-masing perusahaan atau tempat magang tentu punya standar dan etika berbusana sendiri.
Magang di bank, kantor notaris, atau konsultan bisnis mengharuskanmu mengutamakan penampilan. Pilih kemeja atau blazer yang dipadukan dengan celana bahan. Sementara, jika kamu magang di radio, stasiun televisi, atau perusahaan start-up, kamu bisa memilih busana kerja yang lebih casual.


3. Media Sosial Itu Penting, Tapi…

boleh pakai sosil media, tapi...
boleh pakai sosil media, tapi… via kentsocialmedia.co.uk
Aktif di media sosial bisa jadi salah satu aspek yang akan diperhatikan atasan atau supervisor magang-mu. Aktif media di media sosial bisa diartikan bahwa kamu adalah pribadi yang menyenangkan dan punya banyak koneksi.
Namun, sebaiknya lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai kamu justru mendapat penilaian negatif lantaran kebiasaanmu ini. Pastikan bahwa kamu tidak mengunggah foto-foto pribadi atau menuliskan kata-kata kasar di akun pribadimu. Sebaiknya, gunakan media sosial secara dewasa dan bertanggung jawab.


4. Jauhkan Ponselmu!

jauhkan teleponmu
jauhkan ponselmu via kentsocialmedia.co.uk
Banyak orang lalai dan tidak mengindahkan etika kerja yang satu ini. Mereka menganggap ponsel sebagai alat komunikasi pribadi yang sangat penting sehingga harus selalu dibawa kemana-mana. Bahkan, ponsel sengaja diletakkan di meja agar bisa langsung tau ketika sewaktu-waktu ada pesan atau telepon masuk.
Padahal, kebiasaan ini justru salah besar. Sebagai pegawai magang kamu harus menunjukan profesionalisme dengan mengesampingkan urusan pribadi saat di kantor. Salah satunya dengan menyimpan atau menjauhkan ponsel dari meja kerjamu. Sebaiknya, letakkan ponsel dalam tas kerja dengan keadaan silent atau tanpa suara. Kamu baru boleh memeriksa ponselmu saat makan siang atau selesai jam kerja.


5. Jadi Pegawai Magang yang Proaktif

mintalah tugas
mintalah tugas via www.levo.com
Sebagai mahasiswa magang, kamu harus bersikap proaktif di kantor. Mulailah dengan meminta daftar kerjamu pada supervisor magang. Pastikan bahwa kamu paham dengan semua tugas yang didelegasikan padamu. Segeralah bertanya ketika ada tugas-tugas yang belum kamu mengerti.
Selesaikan tugasmu tepat waktu dan buat laporan pada supervisor-mu. Jangan lupa untuk minta kritik atau saran sebagai evaluasi kinerjamu. Nah, sikap aktif inilah yang akan menjadi nilai tambah atas dirimu. Dengan kata lain, kamu menunjukan bahwa dirimu punya etos kerja yang baik sekaligus punya keseriusan dan ketertarikan pada pekerjaan itu. Pegawai dengan karakteristik aktif dan kritis bisa jadi yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, lho!



6. Periksa Kembali Pekerjaan yang Sudah Kamu Selesaikan

periksa pekerjaanmu
periksa pekerjaanmu via mashable.com
Banyak orang yang gagal lantaran sikap ceroboh dan terburu-buru. Berharap bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaan, tapi justru melakukan banyak kesalahan.
Yup, sikap ceroboh dan terburu-buru sebaiknya kamu hindari. Bukan perkara cepat atau lambat, tapi bekerjalah dengan menjaga fokusmu. Kemampuan fokus inilah yang akan membuat pekerjaanmu cepat selesai sekaligus minim kesalahan. Setelahnya, luangkan waktu untuk kembali memeriksa pekerjaanmu satu per satu sebelum diserahkan pada atasan.


7. Kenali Lingkungan Kerjamu

pahami lingkungan kerjamu
pahami lingkungan kerjamu via www.s3corp.com.vn
Manfaatkan waktu magangmu dengan sebaik-baiknya. Pilih tempat magang yang menurutmu paling pas dengan minat dan latar belakang pendidikanmu. Setidaknya, bayangkan bahwa kamu punya kesempatan kerja atau melanjutkan karirmu di tempat itu setelah lulus nanti.
Sebagai calon Sarjana Ilmu Komunikasi, kamu bisa memilih stasiun TV atau radio sebagai tempat magangmu. Ketika magang, kamu bisa mulai mempelajari sistem kerja dan karakter orang-orang yang bekerja di sana. Dalami proses menggarap ide hingga benar-benar jadi satu acara yang bisa tayang di televisi. Bisa juga tentang karakter para pekerja kreatif yang cenderung serius, tapi santai.


8. Jangan Jadi Tukang Ngeluh!

jangan mengeluh
jangan mengeluh via www.recruitmentagencynow.com
Mengeluh adalah salah satu sikap negatif yang wajib kamu hindari. Selain bisa mempengaruhi kinerjamu sendiri, sering mengeluh akan membuat rekan-rekan kerja memberikan penilaian buruk atas dirimu.
Ketika harus lembur di akhir pekan lantaran banyaknya pekerjaan, kontrol dirimu agar bisa tetap bekerja dengan rileks dan fokus. Mengeluh sama halnya memberikan aura negatif pada diri sendiri dan orang-orang di sekitarmu. Bahkan, sering mengeluh akan membuat teman-teman malas bekerja sama denganmu.


9. Jalin Koneksi dengan Rekan Kerjamu

jalin koneksi
jalin koneksi via cobaltpm.com
Selain hubungan kerja yang baik dengan atasan dan rekan-rekan kerja, penting juga untuk menjalin hubungan baik di luar pekerjaan. Jadilah pribadi yang ramah dan menyenangkan sehingga banyak rekan kerja yang senang mengenal dan berteman denganmu. Tampillah sebagai orang yang ringan tangan dan mudah diajak bekerja sama.
Sesekali, bergabunglah dengan rekan kerja untuk sekedar makan siang atau pergi karaoke. Pastikan untuk menyimpan nomor kontak teman-temanmu di tempat magang. Kamu jadi masih bisa menjaga komunikasi dengan mereka sekalipun kegiatan magang sudah selesai. Ingat, jaringan dan koneksi adalah salah satu yang penting dalam dunia bisnis dan masa depan karirmu.


10. Berikan Kesan yang Positif Ketika Masa Magangmu Selesai

memberi ucapan terima kasih
memberi ucapan terima kasih via thinkhomesandland.com
Selayaknya kamu bisa berterima kasih pada perusahaan dan semua orang yang membantu proses magangmu hingga selesai. Berikan kesan perpisahan yang positif dengan cara menulis ucapan terima kasih dalam tulisan tangan.
Ceritakan tentang atasan dan supervisor yang membimbingmu selama proses magang. Tuliskan pula tentang rekan-rekan kerja yang pernah membantumu satu-persatu. Seseorang yang pernah memberi tahumu dimana letak toilet dan pantry, atau seseorang lagi yang pernah membantumu memperbaiki printer.
Yup, catatlah kebaikan-kebaikan mereka. Tunjukan rasa terima kasihmu atas sikap baik dan penerimaan mereka atas kehadiranmu di kantor itu.

Kegiatan magang bukan semata-mata perintah kampus dan kewajiban yang harus kita penuhi demi nilai. Magang justru harus jadi kesempatan emas untuk mempersiapkan dan melatih diri sebelum menjalani pekerjaan yang sebenarnya.
Selamat magang. Semoga sukses, ya!:)
Artikel ini diadaptasi dari laman Elite Daily. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

Tanda-Tanda Kamu Pemimpin Muda yang Luar Biasa

Tanda-Tanda Kamu Pemimpin Muda yang Luar Biasa


Kemampuan memimpin adalah salah satu kualitas yang paling dibutuhkan anak muda. Dengan kualitas ini, kita akan bisa mengamankan respek dari mereka yang lebih tua. Kita juga lebih mudah mewujudkan cita-cita, serta menyemai pengaruh baik pada yang sebaya atau lebih muda.

Tiap-tiap dari kita punya pengalaman menjadi pemimpin sendiri-sendiri, baik di tim kecil hingga proyek atau organisasi yang besar. Nah, ada ciri-cirinya lho kalau kamu termasuk pemimpin muda yang luar biasa. Apa saja?

1. Kamu memiliki visi

Kamu punya visi
Kamu punya visi via www.radioaustralia.net.au
Setiap pemimpin yang baik harus memiliki visi. Hal-hal apa yang ingin diraihnya dengan memimpin tim atau organisasi? Mau dibawa kemana orang-orang, lembaga, atau proyek yang dipimpinnya?
Suatu organisasi atau proyek memang harus punya tujuan jelas. Tujuan ini bisa berupa profit, bisa juga berupa dampak yang ingin kalian berikan pada masyarakat. Ketika sudah tahu apa tujuan lembaga yang dipimpinnya itu, seorang pemimpin pun bisa mengetahui apa saja yang mesti dilakukannya agar lembaga ini mampu mewujudkannya.
Kalau kamu pemimpin yang luar biasa, visi pribadimu akan selaras dengan visi lembaga yang kamu pimpin. Dengan ini, baik kamu maupun lembaga yang kamu pimpin akan bisa saling membangun.


2. Kamu percaya diri

Kamu tangguh dan percaya diri
Kamu tangguh dan percaya diri via trayuningtyaas.blogspot.com
Kepercayaan dirimu terlihat terutama saat kamu mengambil keputusan. Kamu tidak ragu menentukan sesuatu, bahkan keputusan sulit sekalipun, jika kamu yakin itu benar.
Kepercayaan diri ini berguna ketika kamu menghadapi orang baru. Kamu tak akan mudah terintimidasi, seberapa tak ramahnya pun orang itu terhadapmu. Ketika tak diberi apresiasi oleh lingkungan pun, kamu bisa tetap santai. Yang terpenting bagimu adalah kecintaan dan keyakinan terhadap apa yang kamu lakukan sekarang.


3. Kamu tetap bisa bercanda!

Kamu tetap bisa bercanda!
Kamu tetap bisa bercanda! via www.hipwee.com
Meskipun karaktermu kuat dan menonjol, kamu tidak akan membuat anggota tim yang kamu pimpin ketakutan. Memang, mereka akan segan dan menjaga tingkah laku di depanmu. Tapi mereka juga bisa nyaman bercerita dan bercanda bersamamu.
Bekerja denganmu tidak harus selalu dibawa tegang. Kalian juga bisa tertawa dan bersenang-senang. Tak hanya rekan sekerja, kalian jugalah teman yang sebenarnya.


4. Kamu tahu makna kerjasama

Kerjakan bareng-bareng
Kerjakan bareng-bareng via carolakright.com
Salah satu tanda pemimpin yang baik adalah tahu mana hal yang harus dia kerjakan sendiri dan mana yang lebih baik diberikannya pada anggota tim. Dengan mendelegasikan tugas, kamu bisa memaksimalkan kemampuan timmu. Tugas tim pun jadi lebih cepat kelar.
Banyak pemimpin muda yang gagal mendelegasikan tugas kepada tim. Semua hal ingin mereka kerjakan sendiri saja. Bisa karena mereka tak mudah percaya orang lain, bisa juga karena mereka ingin diakui sebagai orang yang paling berkontribusi dalam tim. Tapi kamu tidak begitu. Kamu tahu bahwa beban kerja tim memang tidak seharusnya dilakukan sendiri. Lebih baik tetap “tidak kelihatan” dan rendah hati, asal organisasimu bisa berkembang.


5. Caramu memperlakukan orang berbeda-beda, tergantung latar belakang mereka

Perlakukan orang sesuai latar belakangnya
Perlakukan orang sesuai latar belakangnya via www.koser.biz
Sebagai pemimpin luar biasa, kamu harus punya kemampuan interpersonal yang baik. Tidak semua orang bisa kamu perlakukan sama. Perlakukan seorang individu sesuai karakter dan latar belakangnya.
Misalnya, tidak semua orang bisa kamu tegur di depan anggota tim yang lain. Sebaliknya, ada juga orang yang harus “digembleng” berkali-kali sebelum bisa mengubah kebiasaan buruknya. Ada orang yang butuh motivasi konstan agar bisa maksimal, ada juga yang justru tidak boleh dipuji tinggi-tinggi. Pemimpin yang luar biasa akan bisa mengidentifikasi hal-hal halus seperti ini. Yang tak kalah penting lagi, dia bisa membuat orang dengan karakter dan budaya berbeda-beda bekerja dengan sinergis.


6. Kedisiplinan dan kerja kerasmu menonjol

Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris
Kamu pekerja keras via badmintonindonesia.org
Mana ada pemimpin sukses yang malas-malasan? Semua anak muda yang berhasil pasti meraih momen manisnya karena disiplin yang tinggi. Mereka tahu haram hukumnya bersantai-santai sebelum memang waktunya. Jika ada kesalahan kecil sedikit saja, mereka akan “gatal” dan langsung ingin menyempurnakan pekerjaannya. Mereka akan selalu bertanya pada diri sendiri: apa lagi yang bisa diperbaiki?
Kualitas ini membuat mereka jadi figur yang inspiratif. Mencontohkan dengan tindakan dan bukan cuma omongan, mereka memacu semangat tak hanya diri sendiri saja, namun juga seluruh rekan yang mereka pimpin.


7. Kamu berpikiran positif

Kamu berpikiran positif
Kamu berpikiran positif via mataya-anggana.blogspot.com
Jangan dikira memimpin organisasi itu tak banyak cobaannya. Dari urusan mencari dana, mengatur interaksi satu anggota dengan yang lain, membangun reputasi: tiap waktu akan ada saja kendala.
Pemimpin muda yang luar biasa akan berusaha berpikiran positif. Ketika masalah menerpa, dia akan bisa tenang dan percaya: setiap masalah bisa dicarikan jalan keluarnya.


8. Kamu berani mengambil risiko

kamu harus berani ambil risiko
kamu harus berani ambil risiko via www.studyonbusiness.com
Sebuah organisasi bisa maju karena berani menjabani hal-hal baru. Tidak ada organisasi yang bisa melakukannya kalau tak berani mengambil risiko. Pemimpin yang baik tahu kalau dia dan timnya tak boleh bergerak di zona yang itu-itu saja.
Tentu berani mengambil risiko tidak sama dengan sembrono. Kalau kamu pemimpin yang baik, kamu akan mampu mengukur risiko paling besar apa yang bisa diambil tim-mu, kemudian membandingkan apa yang akan kalian dapatkan jika usaha mengambil risiko itu berhasil. Dari situ, kamu akan mampu menentukan apa yang memang seharusnya kalian lakukan.


9. Musyawarah? Nggak masalah!

Musyawarah? Nggak masalah!
Musyawarah? Nggak masalah! via kabarbemfhunsur.blogspot.com
Tinggal di Indonesia, kamu harus mampu menghormati budaya yang ada disini. Dalam mengambil keputusan, kamu nggak boleh semena-mena. Kamu harus bermusyawarah.
Dengan bermusyawarah, kesalahpahaman dalam tim bisa diminimalisir. Semua orang bisa mendengarkan apa yang orang lain pikirkan, dan semua individu berlatih untuk berpendapat. Pada akhirnya, semua dari kita mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri. Dan apa lagi yang lebih bisa membuktikan kepiawaianmu sebagai pemimpin, selain fakta bahwa kamu mampu mengembangkan seluruh anggota timmu?

Menjadi pemimpin luar biasa bukan hal yang mudah. Kalau kamu sudah termasuk salah satu di antara mereka, selamat, ya!

Selasa, 16 September 2014

Skill Finansial yang Wajib Dimiliki Oleh Kamu yang Masih Muda

Skill Finansial yang Wajib Dimiliki Oleh Kamu yang Masih Muda


Kemampuan mengelola uang adalahskill finansial dasar yang seharusnya dikuasai oleh setiap orang. Mampu mengalokasikan uang ke kebutuhan-kebutuhan penting dan membatasi pengeluaran yang tidak perlu bisa membawa dampak besar pada kehidupan dan masa depanmu. Coba deh sekarang tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kemampuan mengelola uangmu sudah baik?
Kali ini @nurahmadsoleh23 ingin mencoba mengulas beberapa keterampilan finansial yang seharusnya dikuasai oleh anak muda. Apa yang harus dilakukan dan sebaiknya dihindari dalam memanfaatkan uangmu. Kamu tentu tidak ingin ‘kan uangmu hilang tak berbekas tanpa hasil yang jelas?


1. Pakai Rumus 50:30:20 Untuk Membagi Penghasilanmu

Pecah penghasilanmu ke beberapa bagian
Pecah penghasilanmu ke beberapa bagian via craftandlore.com
Setiap mendapatkan tambahan uang di rekening, baik itu dari kantor atau dari kiriman orang tua, selalu pecah uang tersebut ke dalam minimal 3 bagian:
  • 50% untuk kebutuhan tetap bulanan
  • 30% untuk membeli hal-hal yang kamu inginkan
  • 20% untuk dimanfaatkan sebagai dana simpanan.
Dengan menggunakan rumus ini, kamu akan lebih mudah mengetahui kemana uangmu pergi. Pos pengeluaran juga bisa lebih jelas diatur melalui skema ini. Tidak akan ada lagi tumpang tindih kebutuhan yang membuatmu kehabisan uang sebelum akhir bulan. Jatah 30% untuk memenuhi keinginan bisa jadi batas agar kamu tidak berlebihan dalam membelanjakan uang.

2. Jangan Malas Mencatat Pengeluaran

Jangan malas mencatat pengeluaran
Jangan malas mencatat pengeluaran via photocrafts-blog.blogspot.com
Langkah ini terdengar sederhana, namun inilah awal dari perencanaan keuangan yang lebih sehat. Jangan malas mencatat dengan detil setiap pengeluaran yang kamu alokasikan tiap harinya. Mulai dari biaya makan, bensin, pulsa, hingga ke uang parkir. Ngapain sih? Kok repot amat?
Eits, jangan salah. Rajin mencatat pengeluaran bisa memberimu gambaran yang jelas tentang pola konsumsi yang kamu lakukan. Dengan telaten mencatat berbagai pengeluaran, kamu akan tahu bagaimana tren belanjamu — kemana saja uangmu habis untuk hal-hal yang tidak perlu.
Catatan yang dihasilkan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi di setiap akhir bulan. Setelah membaca pola konsumsimu, kamu bisa mengetahui harus melakukan penghematan di pos apa. Alhasil, pengeluaranmu pada bulan selanjutnya bisa lebih tertata dan tidak lagi membuat kantong jebol.


3. Cerdaslah Dalam Memilih Bank

Harus cerdas memilih layanan bank yang paling menguntungkan
Harus cerdas memilih layanan bank yang paling menguntungkan via tselsumatera.wordpress.com
Dewasa ini kehidupan finansial kita tidak bisa dilepaskan dari Bank. Jasa finansial yang satu ini selalu mendampingi dalam berbagai aktivitas konsumsi sehari-hari: mulai dari sebagai tempat penyimpanan uang, tempat yang dituju untuk membeli instrumen investasi, bahkan fasilitas dari bank seperti kartu kredit dan kartu debit juga jadi andalan saat kita sedang malas membayar dengan uang tunai.
Satu yang perlu diingat, bank adalah perusahaan komersial yang juga memiliki tujuan mengumpulkan profit sebanyak-banyaknya. Segala fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan oleh mereka harus kamu bayar dengan uangmu. Maka dari itu, penting bagimu untuk cerdas dalam memilih jasa bank yang akan kamu gunakan.
Carilah bank yang menawarkan suku bunga tabungan yang relatif tinggi, dengan potongan biaya administrasi yang rendah. Perhitungkan pula besarnya potongan yang berlaku jika kamu melakukan transaksi ke bank yang berbeda. Fitur yang bisa diakses lewat internet pun mobile dan layanan pelanggan yang baik juga layak kamu jadikan pertimbangan.


4. Pastikan Gaya Hidupmu Selalu Berada Dibawah Tingkat Penghasilan

Hati-hati pada jebakan gaya hidup
Hati-hati pada jebakan gaya hidup via reiddamnit.files.wordpress.com
Selepas memiliki penghasilan sendiri, terkadang kita merasa “bebas” melakukan apapun dengan uang yang kita miliki. Tidak jarang kita menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang mahal yang diidamkan dan memanjakan diri sendiri dengan hal yang hanya diinginkan, namun sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.
Michael Kitces, seorang penulis buku mengenai perencanaan finansial mengatakan bahwa memanjakan diri sendiri tidaklah salah, namun anak muda harus berhati-hati terhadap jebakan gaya hidup.
“Mau liburan? Oke, itu boleh kamu lakukan. Menambah channel TV kabelmu? Itu juga boleh kamu lakukan. Membeli mobil baru dengan sistem kredit dan pindah ke kos yang lebih mewah? Nah, ini pikir ulang dulu.
Pastikan kamu tidak terjebak ke dalam jebakan gaya hidup yang membuatmu tidak lagi bisa hidup sederhana. Kamu hanya boleh memanjakan dirimu dengan hal-hal yang tidak akan mempengaruhi kondisi finansialmu dalam jangka waktu panjang. Selalu pikirkan ulang sebelum kamu memutuskan mengubah gaya hidup secara drastis. Yakin sanggup membiayainya?”
Sebelum meningkatkan gaya hidup, kita harus cerdas menghitung dulu: “Apakah penghasilan kita akan mampu membiayai perubahan ini dalam jangka waktu yang panjang?” Gak enak ‘kan kalau harus “turun kelas” lagi setelah merasakan hidup enak? Lebih baik menahan diri untuk sementara waktu, deh.


5. Dalam Berbelanja, Selalu Utamakan Kualitas Barang yang Kamu Beli. Jangan Lapar Mata!

Jangan gampang tergoda sale
Jangan gampang tergoda sale via www.indopos.co.id
Pusat perbelanjaan dan berbagai gerai komersial sangat tahu cara menggoda hasrat belanjamu. Salah satunya adalah dengan mengadakan event yang diberi nama “Diskon” atau “Sale.” Dengan cara ini kamu akan merasa mengeluarkan lebih sedikit uang untuk bisa mendapatkan banyak barang.
Namun coba tengok kembali deh, apakah barang yang kamu beli memang berkualitas? Sepatu yang kamu beli dengan harga diskon itu bertahan 6 bulan, bandingkan dengan sepatu berkualitas harga normal yang bertahan 2 tahun. Membeli barang berkualitas memang tampak mahal dan berat, tapi sebenarnya dengan hanya memilih barang berkualitas kamu sedang berhemat dalam jangka panjang.


6. Batasi Penggunaan Kartu Debit Hanya Untuk Belanja Dengan Nominal Besar

Batasi penggunaan kartu debit
Batasi penggunaan kartu debit via inspireallinone.wordpress.com
Kartu debit memang menawarkan kepraktisan dalam belanja, tanpa perlu repot menghitung dan mengeluarkan uang kamu sudah bisa membungkus barang yang kamu inginkan. Mudah, cepat, tidak membuat dompet penuh dengan uang receh, dan terlihat sangat urban bukan?
Namun perlu kamu ketahui, dibalik kemudahan itu ada efek psikologis yang bisa membuatmu bangkrut tanpa disadari. Saat memgang kartu debet, kita akan cenderung merasa punya banyak uang untuk dibelanjakan. Tidak ada efek visual yang bisa jadi pengingat bahwa setiap barang yang dibeli membuat uang kita berkurang.
Sebisa mungkin, selalu bekali dirimu dengan uang tunai kemanapun kamu pergi. Bayar pengeluaran-pengeluaran kecil seperti biaya makan di restoran dan beli sabun mandi dengan uang tunai. Hanya gunakan kartu debitmu jika berbelanja dalam nominal besar. Dengan cara ini, kamu akan sadar bahwa uangmu juga bisa habis kalau terus dibelanjakan.


7. Manfaatkan Kemudahan Teknologi Untuk Menekan Pengeluaran Komunikasi

Tekan pengeluaran komunikasi dengan memanfaatkan teknologi
Tekan pengeluaran komunikasi dengan memanfaatkan teknologi via www.imore.com
Sudah membayar ratusan ribu tiap bulannya untuk berlangganan paket data tapi tagihan teleponmu terus membengkak? Berarti ada yang salah dengan caramu memanfaatkan teknologi. Paket data internet yang sudah kamu langgan itu seharusnya bisa menekan biaya komunikasi konvensional via telepon dan SMS.
Kurangi menelepon, manfaatkan fitur gratis telepon via LINE atau Viber. Begitu juga dengan SMS, alihkan kebutuhan mengirim pesan singkat dari layanan SMS konvensional ke instant messenger seperti Whatsapp, LINE, bahkan Kakao Talk. Selain respon yang didapatkan bisa real time, cara ini juga bisa menekan biaya komunikasimu.


8. Sadarilah Pendapatanmu Akan Meningkat Seiring Dengan Peningkatan Kemampuan

Tingkatkan terus kemampuanmu
Tingkatkan terus kemampuanmu via plotpointkreatif.blogspot.com
Berhematlah dalam gaya hidup, namun jangan pelit mengeluarkan uang untuk berinvestasi demi meningkatkan kemampuan. Ambil kelas bahasa asing selepas kantor, jangan ragu membayar beberapa ratus ribu atau bahkan jutaan rupiah demi ikut kelas online yang memang kamu butuhkan. Atau jangan tanggung-tanggung, sisihkan uang untuk melanjutkan pendidikan juga sangat boleh kamu lakukan!
Setiap anak muda perlu menyadari bahwa kemampuan finansial penting yang harus dipunyai adalah bagaimana mereka bisa memanfaatkan penghasilan yang didapat untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Saat kemampuanmu meningkat, pemberi kerja juga tidak akan keberatan meningkatkan gaji yang mereka berikan padamu.


9. Tidak Ada Kata “Nanti” Untuk Mulai Berinvestasi

Mulai berinvestasi sedini mungkin
Mulai berinvestasi sedini mungkin via www.lifeguides.me
Masih merasa muda dan belum perlu merencanakan keuangan? Atau merasa bisa menunda sampai kelak kamu sudah berkeluarga? Ketahuilah, semakin tua umurmu semakin banyak pula kebutuhan yang harus kamu keluarkan. Artinya, semakin sedikitlah uang yang bisa kamu alokasikan ke berbagai skema investasi.
Keuntungan investasi akan sangat dipengaruhi oleh jangka waktu, semakin lama kamu memasukkan uangmu ke dalam sebuah skema investasi semakin banyak juga keuntungan yang bisa kamu keruk. Mumpung masih muda dan belum punya banyak tanggungan yang menyita gaji, jangan ragu untuk mulai berinvestasi mulai saat ini.

10. Selalu Tetapkan Pencapaian Finansial yang Ingin Diraih, Agar Kamu Semangat Mengusahakannya

Tetapkan pencapaian finansial yang ingin diraih
Tetapkan pencapaian finansial yang ingin diraih via www.theprospect.net
Masa muda adalah waktunya kamu bermimpi setinggi-tingginya dan bekerja sekeras mungkin untuk mewujudkannya. Dengan umur belia dan kemampuan yang kamu miliki, tidak ada yang tidak mungkin untuk kamu raih. Jangan takut menetapkan pencapaian finansial yang ingin kamu dapatkan, kalau perlu tuliskan besar-besar dan tempel yang mudah terlihat.
Ingin bisa beli apartemen, rumah, mobil, biayai anak yatim, sampai berangkatin orang tua haji? Semua mungkin! Kita masih muda, tenaga dan jalan kita masih amat mumpuni untuk meraih semuanya. Asal bekerja keras dan diiringi doa yang tak kalah keras, tak ada yang tak mungkin kok!

Gak susah ‘kan mengelola kehidupan finansialmu sedari muda? Semakin cepat kamu memulai, semakin besar pula kemungkinan kehidupan finansial yang rapih bisa kamu dapatkan.
Artikel ini terinspirasi dari laman Wall Street Journal. Artikel asilinya bisa dilihatdisini.

Kiat-Kiat Kecil Agar Kamu Tak Menunda-nunda Pekerjaanmu Lagi

Kiat-Kiat Kecil Agar Kamu Tak Menunda-nunda Pekerjaanmu Lagi



Menunda pekerjaan adalah bunuh diri pelan-pelan. Dengan menunda, tugasmu menumpuk di belakang dan kamu pun belum tentu bisa sepenuhnya menikmati waktu yang tak jadi kamu gunakan untuk mengerjakan tugas.
Jadi gimana caranya supaya kamu bisa berhenti menunda-nunda? Tidak usah berpikiran njelimet, Ada kok cara-cara sederhana yang bisa kamu terapkan supaya produktivitasmu berlipat ganda!

1. Tentukan: kamu jenis penunda yang seperti apa?

perhatikan kesehatanmu
Tidur aja ah… via www.vantagemag.com
Ada bermacam-macam jenis penunda pekerjaan. Ini tergantung dari apa yang akan kamu kerjakan ketika kamu menunda-nunda. Apakah kamu lari dari tugasmu dan malah mengerjakan tugas lain yang sebenarnya tidak begitu penting? Apakah kamu kabur dari pekerjaanmu itu dengan tidur atau makan kudapan? Apakah kamu malah main-main dengan berselancar di Facebook dan Twitter? Apakah kamu sering berpikir “Udah telat 30 menit ini…besok aja lah aku kerjainnya”?
Dengan menentukan “tipe”-mu, kamu bisa dua kali lipat lebih waspada ketika kebiasaan menundamu ini kambuh. Dengan jadi waspada, kamu pun jadi lebih bisa melawannya. Bisa batal menunda-nunda, deh!


2. Hadiahi dirimu sendiri saat berhasil menuntaskan tugas

inget tanggal jadian
inget tanggal jadian via thecorpse.com
Dalam hati, kita ini masih anak kecil. Kita senang diberi hadiah dan pujian, tak terkecuali oleh diri kita sendiri. Kalau kamu sudah berjanji pada dirimu untuk membeli es krim selepas menulis 1 halaman skripsi, kamu tentu akan lebih bersemangat. Kamu juga bisa menghadiahi dirimu dengan hal yang sedikit lebih “wah”: buku baru, sepatu lari baru, ikut kelas memasak. Pastikan saja bahwa “hadiah”-mu ini sepadan dengan usaha yang sudah kamu keluarkan.


3. Jangan pasang target yang terlalu tinggi

Jangan pasang target ketinggian
Jangan pasang target ketinggian via vi.sualize.us
Ada pepatah yang bilang: “Gantungkan cita-citamu sampai Bulan. Ketika kamu terjatuh, kamu akan tetap mendarat di antara bintang-bintang.” Pasalnya, kalau target kita terlalu tinggi, diri kita bisa jadi takut sendiri. Kamu boleh punya cita-cita yang besar, asal itu tidak malah menjadikanmu ketakutan. Kalau kamu termasuk seorang pencemas, bisa jadi justru target-target sederhana yang akan bisa melecutkan semangatmu.


4. Jangan pendam rasa stresmu — salurkanlah ia dengan bijaksana

Stres itu wajar, kok.
Stres itu wajar, kok. via i.huffpost.com
Dalam bekerja atau berusaha, kamu pasti akan menemui tekanan. Kunci dari menyintas dan menuntaskan tugas bukanlah dengan menghindari atau memendam rasa tertekan dalam hatimu, tapi dengan menyalurkannya dengan baik.
Caramu menyalurkannya bisa bermacam-macam. Nyanyi-nyanyi sendiri saat waktu istirahat mini di tengah-tengah pekerjaan; membaca puisi atau buku komik favoritmu; makan kudapan; menelepon orang tua — yang penting, pastikan bahwa cara-cara ini memang sehat dan baik bagimu dalam jangka panjang!

Jangan cuma berhenti di tahap membaca artikel ini, ya. Tips-tips sederhana ini baru bisa berguna kalau benar-benar kamu terapkan. Semoga kamu berhasil!
Terinspirasi dari laman Lifehack. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

Senin, 15 September 2014

Ini Dia Skema Investasi yang Paling Cocok Dicoba Sama Anak Muda


Investasi, masih jadi hal yang asing bagi mayoritas anak muda kita. Masih ada paradigma bahwa investasi baru dibutuhkan saat sudah “mapan” dan berkeluarga. Padahal, investasi adalah hal yang mutlak dan sepatutnya dimulai sedini mungkin.
Dalam artikel “Ini 10 Cara Biar Kamu Bisa Kaya Di Usia Muda“, kami pernah menekankan pentingnya investasi bagi kamu yang ingin mengumpulkan pundi-pundi kekayaan selagi muda. Pertanyaannya, apakah instrumen investasi yang paling tepat dijajal oleh anak muda? Disini kami akan mencoba mengulas instrumen investasi yang layak dicoba oleh kamu yang masih kuliah atau baru mulai bekerja. Kalau bukan sekarang, kapan lagi ‘kan?


1. Usia Dibawah 30 Tahun Adalah Waktunya Kamu Ambil Risiko dan Agresif Berinvestasi

Usia dibawah 30 tahun adalah waktu untuk agresif berinvestasi
Usia dibawah 30 tahun adalah waktu untuk agresif berinvestasi via www.justthedesign.com
Nilai investasi akan makin meningkat seiring dengan waktu, maka semakin cepat kita memulainya semakin banyak pula keuntungan yang bisa didapatkan. Usia muda adalah waktu yang paling tepat untuk mulai mengalokasikan uang dalam skema investasi. Saat belum berkeluarga dan belum ada tanggungan berbagai cicilan, berarti masih ada nominal yang cukup besar yang bisa disisihkan dari penghasilan.
Pada usia dibawah 30 tahun, sebaiknya seseorang agresif mencari instrumen investasi yang berisiko tinggi namun juga menawarkan keuntungan yang tinggi. Barulah kelak 5 tahun menjelang pensiun, seseorang harus lebih berhati-hati untuk mencari instrumen investasi yang memiliki nilai risiko rendah, namun tetap menguntungkan.


2. Investasi Saham: Risiko Tinggi, Keuntungan yang Ditawarkan Juga Tinggi

Contoh kesibukan di bursa efek Indonesia
Contoh kesibukan di bursa efek Indonesia via plasadana.com
Berinvestasi lewat instrumen saham secara tidak langsung menjadikan kita “pemilik” dari badan usaha yang kita beli sahamnya. Dengan ini, kita akan mendapatkan 2 jenis keuntungan: capital gain dan dividen, serta berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Yuk, mari kita bahas dulu keuntungan dari investasi ini.
Capital gain adalah keuntungan yang didapat pemegang saham saat melepaskan sahamnya ke pasar. Sebagai contoh, kamu membeli saham Hipwee dengan harga Rp 5.000,00/saham. Saat sentimen pasar terhadap industri media daring positif, harga naik menjadi Rp 6.000,00/saham. Kamu akan mendapat keuntungan Rp 1.000,00/saham, dikalikan jumlah saham yang kamu miliki.
Pemegang saham berhak datang ke Rapat Umum Pemegang Saham
Pemegang saham berhak datang ke Rapat Umum Pemegang Saham via www.elnusa.co.id
Sedang dividen, adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan pada pemegang saham setelah mencapai jangka waktu tertentu. Dividen bisa berupa dividen tunai yang diberikan dalam bentuk uang pada pemegang saham, atau bisa juga diberikan dalam dividen saham yang bisa meningkatkan kepemilikan saham seseorang di perusahaan tersebut.
Besarnya keuntungan yang ditawarkan oleh investasi saham juga sebanding dengan risikonya. Pemilik saham tidak bisa dilepaskan dari ancaman likuidasi perusahaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan capital loss saat sentimen pasar memburuk.
Namun, investasi ini sangat layak kamu coba saat usiamu masih muda dan belum memiliki banyak tanggungan. Lagipula mulai Januari 2014 lalu Bursa Efek Indonesia mengubah aturan pembelian 1 lot saham dari 500 lembar jadi 100 lembar. Harusnya hal ini membuat saham makin terjangkau kantungmu ‘kan?


3. Obligasi: Menjadi “Si Pemberi Pinjaman” dan Mendapatkan Keuntungan Berupa Bunga

Obligasi Ritel yang ditawarkan pemerintah
Obligasi Ritel yang ditawarkan pemerintah via www.djpu.kemenkeu.go.id
Obligasi, secara sederhana bisa dipahami sebagai surat perjanjian hutang yang dikeluarkan oleh pihak pertama (pihak yang mengeluarkan obligasi) kepada pihak kedua (pihak pemegang obligasi) untuk memanfaatkan dana pihak kedua dan mengembalikannya beserta bunga pada jangka waktu yang telah disepakati.
Jika kamu membeli obligasi, maka kamu adalah orang yang meminjamkan danamu pada pihak yang mengeluarkan obligasi. Obligasi bisa dikeluarkan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah. Di Indonesia sendiri instrumen investasi obligasi dibagi menjadi 3: obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel.
Gambaran "yield" obligasi pemerintah
Gambaran “yield” obligasi pemerintah via www.idx.co.id
Keuntungan dari investasi ini tidak jauh berbeda dengan keuntungan saat kamu meminjamkan uang pada temanmu dengan menerapkan sistem bunga. Di skema investasi obligasi, keuntungan disebut dengan yield. Yield dihitung dengan cara membagi tingkat suku bunga dengan harga nominal obligasi.
Sebagai contoh, Hipwee mengeluarkan obligasi dengan harga Rp 500.000,00 dengan bunga 2,5% sampai dengan masa jatuh tempo. Maka pemegang obligasi akan mendapatkan yield sebesar Rp 12.500,00 pada masa jatuh tempo. Besarnya yield akan sangat tergantung pada besarnya angka obligasi yang kamu beli. Semakin besar angka obligasinya, makin besar pula keuntungan yang bisa kamu dapatkan.
Investasi ini layak dicoba untukmu yang punya modal cukup besar dan ingin “bermain aman” dalam investasi. Tapi harus diingat, risiko obligasi yang relatif kecil juga sebanding dengan keuntungannya yang tidak bisa melonjak dengan fantastis.


4. Reksadana: Alternatif Buat Kamu yang Masih Minim Modal

Dalam skema reksadana, kamu akan didampingi Manajer Investasi (MI)
Dalam skema reksadana, kamu akan didampingi Manajer Investasi (MI) via www.panin-am.co.id
Instrumen investasi reksadana adalah skema investasi yang bertujuan menghimpun dana dari pemilik modal, untuk kemudian disalurkan ke berbagai instrumen investasi di pasar modal. Instrumen investasi ini sangat cocok untuk investor pemula yang modalnya kecil dan masih belum bisa menghitung risiko investasinya sendiri.
Dalam skema investasi reksadana akan ada Manajer Investasi (MI) yang mengatur kemana uangmu akan digelentorkan. MI-lah yang bertugas membaca sentimen pasar, menghitung risiko investasi, dan mengatur strategi investasi yang berpotensi menghasilkan keuntungan sebesar mungkin. Kasarnya, kamu tidak sendirian menghadapi kerasnya dunia ini dalam proses investasimu.
Diversifikasi produk reksadana juga bisa sangat luas. MI bisa meletakkan uangmu di skema saham, obligasi, hingga skema reksa dana campuran. Skema rekasadana memungkinkanmu yang memiliki modal terbatas untuk mampu membeli instrumen investasi, sebab unagmu akan digabungkan dengan dana pemilik modal lain.
Satu yang paling penting jika ingin menjajal skema investasi ini, pastikan kamu memilih MI yang kredibel. Sebab MI-lah yang akan jadi penentu berhasil atau tidaknya investasimu. Bank-bank komersial terkemuka kita sudah banyak menawarkan layanan ini, kok. Kamu tinggal pilih saja yang paling bisa kamu percaya.


5. Jadi Forex Trader: Populer dan Bisa Dipelajari Sendiri

Lewat layar komputer, kamu bisa mengendaikan investasi valasmu
Lewat layar komputer, kamu bisa mengendaikan investasi valasmu via www.bilderload.com
Forex (foreign exchange, nilai tukar mata uang asing – red) adalah salah satu cara lain yang bisa kamu jadikan alternatif metode investasi. Lewat cara ini, kamu akan bermain di pasar modal dengan menukarkan uangmu dengan mata uang asing yang punya margin keuntungan paling tinggi.
Sebagai contoh, kamu menukarkan 1 juta uang rupiahmu dengan 100 US Dolar. Pada saat nilai tukar Dolar terhadap Poundsterling naik, kamu bisa menukarkan sejumlah Dolar-mu dengan Poundsterling dan mendapatkan keuntungan dari situ. Keuntungan dalam investasi ini sangat ditentukan oleh besarnya uang yang berani kamu keluarkan serta kemampuanmu membaca kondisi pasar.
Kalau belum berani main forex, bisa mulai dengan menukarkan uangmu ke valas
Kalau belum berani main forex, bisa mulai dengan menukarkan uangmu ke valas viawww.inginggold.com
Di Indonesia, investasi Forex sedang sangat populer. Kalau kamu ingin belajar tentang skema investasi ini, tinggal googling saja “Belajar Forex” dan akan banyak kamu temukan website yang menawarkan jasa belajar Forex yang tidak jarang bisa kamu nikmati dengan biaya 0 Rupiah.
Oh iya, kalau kamu masih belum berani menjajal bermain Forex yang memang penuh risiko, kamu bisa mulai dengan menukarkan sejumlah uangmu dengan valuta asing yang relatif stabil nilainya (saran kami sih Poundsterling atau Euro.) Saat nilai tukarnya naik, tukarkan kembali dengan Rupiah. Secara tidak langsung kamu sedang menabung dengan menggunakan valuta asing.


6. Investasi Emas: Relatif Aman, Profitnya Juga “Aman-Aman” Saja

Investasi emas, profit "aman", hasilnya juga "aman"
Investasi emas, profit “aman”, hasilnya juga “aman” via www.inginggold.com
Ingin investasi yang bisa tertangkap mata setiap hari? Investasi emas barangkali bisa jadi pilihan yang tepat bagimu. Emas adalah instrumen investasi yang nilainya relatif stabil dari waktu ke waktu, membeli emas pun bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Investasi emas yang menjamur di Indonesia belakangan ini adalah investasi emas batangan.
Terdapat beberapa cara kamu bisa mereguk keuntungan dari investasi emas. Pertama, tentu kamu harus membeli emas yang harganya amat beragam itu. Saat Hipwee menulis artikel ini, harga emas batangan LM berkisar di angka 1,7 juta-1,8 juta. Kamu bisa menggadaikan emas tersebut, menggunakan uang gadainya untuk membeli emas lagi. Atau kamu juga bisa “menyimpan” emas yang nilai tukarnya relatif stabil demi kepentingan masa depan.
Keuntungan skema investasi ini adalah margin kerugiannya yang kecil. Namun ini juga bisa jadi kekurangan, harga emas biasanya hanya naik sebesar 2-4% per tahunnya. Angka ini terbilang kecil bila dibandingkan dengan keuntungan yang ditawarkan skema investasi lain.


7. Investasi Pendidikan: Paling Mungkin Mengubah Nasibmu

Berinvestasi di pendidikan paling mungkin mengubah nasib
Berinvestasi di pendidikan paling mungkin mengubah nasib via thengveronica.blogspot.com
Belum berani mencelupkan kaki di pasar modal? Atau sudah ingin tapi belum ada uang? Tenang, ada cara lain kok untuk tetap berinvestasi demi masa depan yang lebih cerah. Salah satunya adalah dengan serius di pendidikan yang sedang kamu lakoni saat ini.
Pendidikan adalah investasi terpenting dan untuknya kamu layak menghabiskan biaya sebanyak mungkin. Jangan pelit mengeluarkan uangmu untuk ambil kelas tambahan bahasa asing, ikut coding course atau ambil kelas screen writing. Dengan menambah pengetahuan dan keterampilan, akan makin besar pula kesempatanmu mengubah nasib.
Kalau nasib sudah berubah, banyak uang, maka mau coba investasi apapun juga enteng ‘kan tentunya?

Semoga informasi ini bermanfaat untukmu yang ingin belajar berinvestasi, ya. Tidak ada saat yang paling tepat untuk kita memulai, semakin cepat kita mengawali maka makin besar pula keuntungan yang bisa diraih nanti.
Sudah tahu mau memilih skema investasi yang mana?
Diambil dari berbagai sumber. Data mengenai produk investasi disarikan dari laman Bursa Efek Indonesia. Artikel asilinya bisa dilihat disini.