Selasa, 30 Juni 2015

Kalau Kamu Mengalami 10 Tanda Ini, Berarti Sindrom Kurang Liburan Level Akut Sudah Kamu Alami!

Seringkah kamu merasa kelelahan akhir-akhir ini? Overwhelmed baik karena kerjaan dari kantor maupun tugas-tugas kuliah, jika kamu masih berstatus mahasiswa. Awalnya sih cuma kecapekan biasa namun bila dibiarin terus, pikiran dan tubuh yang capek bisa berakibat pada stress.

Masalahnya, kita semua terlalu sering (pura-pura) lupa kapan untuk istirahat, bahkan luput dalam membaca sinyal dari tubuh yang sudah menjerit,
“Woles, bro! Rehat bentar napa?!”.


1. Jika kamu udah melupakan nikmatnya sengatan matahari, itu artinya kamu udah butuh liburan.

Lupa nikmatnya matahari
Lupa nikmatnya matahari via feelandflourish.blogspot.com
Jangankan melihat cahaya silau matahari, membiarkan sinarnya menjilat kulitmu aja udah gak pernah lagi. Kamu lupa hangatnya matahari di pagi hari karena udah cabut dari rumah sebelum dia terbit. Kamu udah lupa panasnya sengatan matahari karena ‘terkurung’ oleh pekerjaan. Dan kamu sudah lupa betapa magisnya matahari ketika ia terbenam sebab kamu pulang ketika hari sudah gelap.


2. Saking sibuknya, laptop sudah berubah jadi teman terbaikmu

Laptop adalah temanku, bukan kamu.
Laptop adalah temanku, bukan kamu. via thenewheroesandpioneers.com
Laptop adalah teman terdekatmu. Karena dia sabar dan mengerti kalau kamu harus lembur sampai larut malam. Dia bisa menerima dengan hati lapang saat dicuekin selama akhir pekan karena kamu harus tidur sepanjang hari, menggantikan jam tidur yang terkonversi jadi jam kerja. Dia juga gak marah kalau kamu tinggalin di rumah, karena dia tahu dalam sekejap kamu akan berubah pikiran, putar balik dan menjemputnya.
Dia satu-satunya teman yang mengerti kamu, oleh sebab itu kamu merasa sudah siap untuk melanjutkan pertemanan kalian ke jenjang yang lebih serius.


3. Kamu mencetuskan sebuah teori brilian bernama “Dilema Kuliah-Kerja”.

Gak adil banget
Gak adil banget via aheapingspoonful.com
Bunyi teori Dilema Kuliah-Kerja adalah sebagai berikut:
Kuliah : Punya BANYAK waktu luang buat pergi liburan, tapi gak punya duit.
Kerja : Sudah punya duit untuk liburan, tapi gak pernah ada waktu luang untuk pergi.


4. Tiap kali melihat harga tiket murah, ingin rasanya meraung-raung dalam hati.

WHAAAT??
WHAAAT?? via aheapingspoonful.com
Ketika aroma liburan sudah bisa diendus oleh indra penciuman dalam sekejap promo tiket murah dari Traveloka memancing hasratmu untuk segera mengemas tas dan koper untuk traveling. Mencicipi keramahtamahan nan santai di Yogyakarta, mendatangi pesta yang tak kunjung berhenti di Bali atau menikmati sunset di Pantai Losari Makassar sudah ada dalam bayangan.
Tapi rencana seperti di atas hanya terjadi di dunia paralel, bukan di dunia kamu. Kamu bisa menjerit “KENAPA harus ada kerjaan?!” sambil menyadari bahwa teori “Dilema Kuliah-Kerja” belum bisa dipatahkan.


5. Mode “Auto-pilot” adalah andalanmu dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

tidur - kerja - pulang -tidur
tidur – kerja – pulang -tidur via weworewhat.com
Tidur – Bangun – Berangkat kerja – Pulang – Tidur. Ulangi.
Jangan tanya soal pacaran, karena untuk nongkrong saja gak pernah. Kamu seakan udah kebal dengan godaan untuk keluar dari rutinitas sehari-hari. Bukan karena gak mau tapi karena semuanya sudah diatur oleh mode auto-pilot.

6. Hangout buat kamu adalah keluar makan siang bareng teman-teman kerja.

Hangout paling hedon!
Hangout paling hedon! via designerfund.com
Kedoknya sih lunch bareng di luar kantor bareng rekan kerja, tapi si bos ikut juga. Apakah hangout namanya jika yang dibicarakan gak jauh-jauh soal pekerjaan, tugas dan deadline? Ya udah, kalau begini ceritanya mending kamu makan siang hangout-nya bareng laptop aja, karena seidaknya dia tahu kalau kamu butuh liburan,escape dari kerjaan. Dan pastinya dia tahu cara mendapatkan tiket dengan harga terbaik.
Aku sayang kamu, Laptop.

7. Yang pasti kamu udah lupa kapan terakhir kali kamu bersenang-senang.

Kapan terakhir kali liburan?
“Kapan terakhir kali liburan?” via aheapingspoonful.com
Saat ditanya “Kapan terakhir kali kamu liburan?”, kamu bingung terdiam seribu bahasa. Saking lamanya gak menikmati atmosfir liburan, kamu udah lupa kapan terakhir kali kamu bersenang-senang. Ingin rasanya menjawab “Ke mall dihitung liburan gak? Kalau iya minggu lalu aku liburan…”

8. Pada satu titik, kamu udah gak menaruh kepedulian lagi dengan pencitraan diri.

BODO!
BODO! via www.cam.ac.uk
JAIM? Apa itu jaim?

9. Kamu sering parno sendiri ketika ponsel tiba-tiba berdering.

Tiitutiit~
Deringnya gak berulang-ulang, tapi detak jantungmu sudah meningkat berkali lipat. Mata terbelalak dan keringat mengucur tipis di pelipis kiri. Kira-kira apakah gerangan? Email dari bos? Keluhan klien? Atau Whatsapp dari coworker yang mau ngeluh soal pekerjaan? Apapun itu, ponsel menjadi sumber ketakuan terberatmu.

10. Hiburan buatmu adalah waktu mantengin aplikasi pemesanan tiket.

Satu-satunya hiburan
Satu-satunya hiburan via www.traveloka.com
Satu-satunya hal yang paling menghibur dari ponsel adalah saat kamu mandangi layarnya sambil membuka aplikasi pemesanan tiket. Pilihan destinasi yang banyak, hotel-hotel berkualitas dengan harga miring bikin kamu ingin segera melalanglang buana ke penjuru dunia.
Dalam sekejap perhatian kamu tertuju pada kalender dan menemukan long weekendyang pas buat liburan. AKHIRNYA! Namun mimpi kamu buyar seketika setelah melototi to-do list yang gak ada ujungnya. Damn!

Jika kamu merasakan gejala-gejala seperti di atas, itu berarti tubuh dan pikiran kamu udah mau menyerah. Segera book tiket dan hotel, apapun keadaannya. Ucapakan selamat tinggal pada pekerjaan (setelah kamu beresin) dan beri sun jauh yang mesra buat bos kamu.
Karena liburan adalah hak!
artikel ini inspirasi dari @traveloka dan @hipwee

Senin, 29 Juni 2015

6 Alasan Mengapa Berpacaran Dengan Dia yang Gila Kerja Juga Bisa Membuatmu Bahagia

Kadang, kita bisa mencitai seseorang tanpa memandang apapun. Bahkan, meski karakter atau kepribadiannya bertentangan dengan diri kita. Selama kamu mencintainya dan dia juga memberikan kasih sayang yang tulus, perbedaan tak akan jadi masalah. Termasuk jika dia ternyata adalah seorang workaholic atau si gila kerja.

Tak dapat dipungkiri bahwa perlu ada perlakuan khusus dan kesabaran ekstra untuk menghadapi pasangan yang workaholic. Pasalnya, beberapa orang justru menghindari untuk menjalin hubungan dengan mereka. Alasannya macam-macam: takut sering ditinggal-tinggal, tak punya waktu untuk berdua, atau terlalu mementingkan pekerjaan daripada pasangannya.
Jika kamu benar-benar mencintainya, tentu “menyerah” bukan kata yang tepat untuk menghadapi dia yang workaholic. Di artikel ini Hipwee punya 6 alasan mengapa berpacaran dengan seorang workaholic juga bisa membuatmu bahagia.


1. Dia yang gila kerja memang tak suka mengekang. Tapi, bukan berarti dirinya tak peduli dan minim kasih sayang

Disela-sela kesibukannya, dia masih mengkhawatirkanmu
Disela-sela kesibukannya, dia masih mengkhawatirkanmu via theshakespeareblog.com
Melihat sifat dasarnya yang tidak mau menganggur dan berkutat dengan kesibukan membuat dia tidak ambil pusing dengan hal-hal yang sepele. Tapi, bukan berarti dia dingin dan cuek dengan apa yang kamu lakukan. Dia hanya bukan tipe orang yang akan mengirim banyak pesan dengan pertanyaan-pertanyaan basa-basi saat kamu sedang menikmati waktu berkumpul bersama teman-temanmu.
Dia akan membebaskanmu pergi bersenang-senang dengan teman-teman dan melakukan apapun yang membuatmu bahagia. Yang terpenting dia jauh dari sifatoverprotective. Tapi ketika kamu tak mengirim pesan apapun karena takut mengganggunya, dia bisa saja dengan tiba-tiba meneleponmu untuk sekadar menanyakan keberadaan dan memastikan kamu baik-baik saja.


2. Workaholic tak akan suka jika waktunya terbuang sia-sia. Saat bersama dia, pilihlah kegiatan yang tak sekadar menyenangkan tapi juga membuatnya aktif bekerja

Bermain game bersama adalah bentuk liburan
Bermain game bersama adalah bentuk liburan via www.tumblr.com
Kamu tahu persis bagaimana dia saat tak ada kerjaan, dia pasti panik dan bingung. Sedangkan kamu ingin liburan sejenak dan mengistirahatkan pikiran. Kamu dan dia sebenarnya sama-sama berpikir jika hidup memang tak hanya urusan pekerjaan, yang berbeda adalah perspektif kalian tentang liburan.
Agar sama-sama senang tak ada salahnya jika kamu mengusulkan liburan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif dan tak hanya berjalan-jalan sambil belanja menghabiskan uang. Bersamanya, kamu bisa memilih kegiatan yang tak hanya menyenangkan tapi juga membuatnya tetap aktif seperti memasak bersama, bermaingame  atau berkebun berdua


3. Jika dia bisa menjaga komitmen dengan pekerjaan, bukankah kesetiaannya dalam hubungan kalian pun tak perlu diragukan?

Bersedia menjaga komitmennya untukmu
Bersedia menjaga komitmennya untukmu via favim.com
Seorang workaholic hampir pasti punya etos kerja yang baik. Dia punya komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan dan hal inilah yang justru akan membawa dampak baik pada hubungan kalian.
Pasalnya, kamu tak perlu khawatir bahwa dia tak akan setia. Saat dia sudah mendapatkan orang yang sesuai dengannya, dia akan menjaga dan mempertahankannya. Sama eratnya dengan dia menjaga komitmen terhadap pekerjaan. Dia tentu tak ingin membuang waktu hanya untuk mencoba-coba menjalin hubungan dengan orang lain. Beruntunglah kamu yang mendapatkannya, selain memegang komitmen dan bertanggungjawab, dia juga setia.


4. Tak hanya bersemangat selagi muda, si gila kerja akan tetap produktif dan tak membosankan di masa tua

Masa tua yang indah dinikmati berdua
Masa tua yang indah dinikmati berdua via newsfeed.time.com
Selain masa muda yang dilewati bersama-sama, kamu juga akan merasakan masa tua yang tak kalah menyenangkan bersama seorang workaholic. Jangan khawatir tentang apa yang akan dilakukan bersama dengannya di hari tua karena dia selalu punya banyak hal untuk dikerjakan. Otaknya yang terbiasa bekerja disaat muda akan membuatnya tidak menjadi cepat pikun. Terlebih lagi, dia akan membawamu memiliki masa tua yang tetap produktif dan tak membosankan.


5. Meski tak punya banyak waktu untuk berkencan, setiap momen yang kalian lewatkan berdua akan selalu berkesan

Memberikanmu kencan yang mendebarkan
Memberikanmu kencan yang mendebarkan via www.huffingtonpost.com
Dia mungkin orang paling sibuk sedunia yang kamu kenal. Bisa jadi dia juga bukan orang yang cakap bersosialisasi dan punya banyak waktu untuk dihabiskan denganmu. Tapi jangan sedih, karena dia tetap akan meluangkan waktunya untukmu.
Walau tak banyak, waktu yang dia janjikan untuk berdua denganmu akan terasa berkualitas dan berkesan. Hal ini tentunya bagus untuk sebuah hubungan, karena jika terlalu banyak bertemu kamu mungkin akan bosan dengan pasanganmu. Jadi, waktu kencan dengannya menjadi hal yang spesial dan paling ditunggu-tunggu.


6. Berdampingan dengan dia yang gila kerja memberi keuntungan tersendiri. Bersamanya kamu akan bekerja lebih giat dan jadi pribadi yang lebih baik lagi

Menjaga, melindungimu dengan segala keterbatasannya
Menjaga, melindungimu dengan segala keterbatasannya via favim.com
Jangan dikira dia hanya bekerja untuk dirinya sendiri. Menjadi workaholic adalah caranya untuk bisa mencapai kemapanan dan kehidupan yang lebih baik lagi di masa depan. Tentu saja, kamu sebagai pasangan adalah bagian dari kehidupannya di masa depan.
Selain itu, berdampingan dengannya akan membuat semakin terpacu menjalani pekerjaanmu. Kamu tentu tak akan mudah mengeluh atau berkeluh kesah perihal pekerjaan kepadanya. Melihat dia yang sanggup mengerjakan tugas yang berkali-kali lipat banyaknya justru membuatmu malu jika harus mengeluh padanya. Akibatnya, kamu pun akan lebih giat dan gigih menjalani pekerjaanmu sendiri dan bertumbuh jadi pribadi yang lebih baik lagi.


Gimana? Berpasangan dengan seorang workaholic tak seburuk yang dibayangkan, bukan? Berpacaran dengan siapapun sebenarnya sama saja, selama kamu dan pasanganmu bisa saling pengertian. Menghadapi seorang workaholic memang perlu kesabaran ekstra, tapi bukan berarti kita tak bisa menyesuaikan diri dengannya.
Semoga kamu dan pasanganmu selalu berbahagia, ya. :)

Perlukah Menggali Masa Lalu Pasangan Sebegitunya?


Rasa cemas dan insecure memang kadang bisa membantumu lebih cepat menyelesaikan masalah. Namun, itu ada syaratnya: kamu bisa menaklukkan rasa insecure itu dan tak membiarkan rasa itu menguasaimu. Jika kecemasanmu sudah mulai berlebihan dan tidak wajar, apalagi sudah meracuni hubunganmu dengan pasangan, itu berbeda lagi.
Setiap orang memiliki masa lalu masing-masing, tak terkecuali dirimu dan pasanganmu. Jangan biarkan rasa insecure membuatmu tergoda untuk bersikap kepo. Bagaimanapun, pasanganmu itu tetaplah manusia — dengan segala kekonyolan dan kebodohan yang pernah dilakukannya.
Sungguh, jauh lebih baik bagi kalian untuk kompak menatap masa depan.

Sebelum dengan pasanganmu sekarang, dulunya kamu juga pernah menjalin hubungan dengan seseorang. Jadi posisikan dirimu jika kamu menjadi pasanganmu. Apakah nyaman jika masa lalumu selalu diungkit?

Berhenti berharap justru jadi bentuk lain dari kekuatan
Masa lalu vs Masa Depan via www.anastasiosfilopoulos.com
Rasanya pasti nggak nyaman, bukan? Setiap orang memiliki kenangan-kenangan yang mungkin tidak akan terlupakan. Menginvestigasi pasangan dan marah-marah ketika kamu melihat foto mesranya bersama orang lain bukanlah sesuatu yang dewasa. Hubungan yang dewasa nggak akan membuatmu mengecek telepon pacar setiap saat ketika kalian bertemu, atau menerapkan ‘aturan’ wajib lapor 24 jam karena kamu seharusnya percaya bahwa pacarmu memang nggak akan main-main. Hari gini masih insecure tiap jam SMS pacar tanya lagi di mana? Duh… pacarmu butuh privasi juga, lho… Jangan sampai ia jadi nggak nyaman gara-gara setiap jam kamu tanya lagi di mana dan lagi apa.
Ingat, semua orang berhak atas privasinya sendiri. Meskipun ia pacarmu, bukan berarti kamu perlu tahu apa saja yang pernah ia lakukan dahulu, bukankah yang terpenting adalah bagaimana sikapnya terhadapmu kini? Selama ia nyaman dan bahagia bersamamu, kehidupan masa lalunya bukanlah sesuatu yang perlu kamu cari tahu sedalam-dalamnya.


Hanya karena dia nggak sengaja menyinggung mantannya padamu, bukan berarti dia belum move on. Ada beberapa orang yang memang nggak bisa dilupakan

Masa Lalu vs Masa Depan
Masa Lalu vs Masa Depan
“Baju kamu bagus, sayang. Beli di mana?”
“Ini hadiah kok, yang beliin mantan. Sebelum kamu.”
“KOK KAMU PAKE SIH? KAMU TEGA BANGET SAMA AKU!”
Memang sih beberapa orang ada yang nggak bisa move on, tapi ada juga yang bisa membicarakan mantannya tanpa ada perasaan apapun karena memang ia merasa hubungannya dulu sudah berakhir. Jika ia berani membicarakan mantannya dengan nada yang datar dan biasa saja, maka bisa dipastikan bahwa ia memang sudah benar-benar move on dari mantannya dahulu. Jika kamu masih merasa bahwa ia belum move on, kamu bicara baik-baik dengannya, bukan? Nggak perlu marah-marah dan menggunakan emosi yang berlebihan karena masa lalunya adalah bagian dari dirinya. Jika kamu nggak bisa menerima masa lalunya, maka bagaimana caranya kamu mau menerima ia sepenuhnya?

Apalagi, mantannya yang kamu permasalahkan juga mungkin nggak peduli lagi sama hubungan kalian. Dia juga sudah move on.

Masa Lalu vs Masa Depan
Masa Lalu vs Masa Depan
Stalking Facebook orang yang menjadi mantan kekasih pacarmu hanya akan membuatmu makin benci. Melihat foto-foto dan status kemesraan mereka dahulu tidak akan mengubah apapun. Hanya karena foto-foto bersama mantan pacar belum dihapus, bukan berarti ia belum move on. Ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan ia belum menghapus foto bersama orang yang kini menjadi pacarmu sekarang.
Lagipula, apa kamu pikir ia tahu kalau kamu suka stalking Facebook miliknya? Kalaupun iya, apa kamu berpikir bahwa ia akan peduli? Jadi sekali lagi, hentikan kebiasaanmu itu. Jika ia tahu betapa stresnya kamu saat ini, ia mungkin hanya akan merasa bahwa ia lebih baik dari dirimu yang sekarang. Maka biarkanlah ia dengan kehidupannya dan buat ia mengerti bahwa kamu tak peduli mengenai siapa dirinya.

Masa lalu adalah bagian dari diri kita yang tidak akan hilang meskipun waktu bergulir. Jangan buang energimu untuk hal-hal yang sudah terjadi.

Masa Lalu vs Masa Depan
Masa Lalu vs Masa Depan
Menyadari kenyataan bahwa masa lalu tidak bisa kita ubah akan membantu kita untuk ikhlas. Masa lalu adalah bagian dari diri kita yang memang nggak akan hilang bagaimanapun caramu untuk membuatnya enyah. Jadi jangan buang energimu untuk hal-hal yang sudah terjadi. Kamu dan pacarmu berhak untuk hubungan dan kehidupan yang lebih baik. Membiarkan rasa cemasmu menjalar hanya akan membuat hubunganmu tidak berjalan lancar. Siapa sih yang mau terus-terusan diungkit masa lalunya? Kamu juga nggak mau, ‘kan? Maka biarkan masa lalu ada pada tempatnya dan jangan kamu usik keberadaannya.

Lebih baik menjadikannya teman daripada harus bermusuhan. Bukankah pertemanan adalah hal yang menyenangkan?

Masa Lalu vs Masa Depan
Masa Lalu vs Masa Depan
Jika kamu mau dan mampu, bertemanlah dengan mantan kekasih pacarmu. Beberapa orang bahkan menjalin hubungan yang baik dengan mantan kekasih pacarnya dan mereka bisa membaur dengan baik. Lihat deh Mbak KD sama Ashanty. Apa mereka bermusuhan? Tidak. Mereka saling mengasihi dan mampu menyadari bahwa ada hal yang lebih penting untuk diperjuangkan daripada saling mengumbar luka.
Namun jika kamu merasa nggak mampu untuk berteman dengannya, maka tak perlulah kamu ikut-ikutan membenci mantan pacar kekasihmu. Toh sekarang yang berstatus kekasih kan kamu, bukan ia. Jadi belajarlah untuk melepaskan.

Kamu punya masa sekarang bersamanya. Masa depan pun bisa kalian rancang berdua. Tidakkah itu cukup membuatmu bahagia?

Masa lalu vs Masa Depan
Masa lalu vs Masa Depan via 41.media.tumblr.com
Menghakimi orang lain dan membuang-buang waktu untuk menunjukkan pada dunia bahwa kamu membenci mantan kekasih pacarmu adalah tanda bahwa hidupmu tidak terlalu menarik sehingga kamu sibuk untuk masuk ke dalam hidup orang lain. Berhentilah stalking dan mulailah untuk melakukan sesuatu yang lebih penting.
Kamu punya banyak waktu untuk dihabiskan dengan pacarmu sekarang. Masa depan pun bisa kalian rancang berdua. Bukankah itu sudah membahagiakan? Biarlah masa lalu menjadi bagian dari diri kalian masing-masing karena jika ia tidak membuat kesalahan dan berpisah, tak mungkin ia bersamamu sekarang. Justru dengan mengetahui bagaimana masa lalu pasanganmu, kamu bisa belajar kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan sehingga hubungan kalian tak akan lagi terjatuh di lubang yang sama.

Rabu, 24 Juni 2015

hargailah wanita, jangan sakiti wanita. pilihlah wanita baik2.



Ibu bersalin akan mendapat pahala yang sama
besarnya dengana 70 tahun shalat dan puasa.
Setiap kesakitan pada satu uratnya, Allah
hadiahkan bagi Ibu yang melahirkan pahala
menunaikan haji.
Apabila seseorang perempuan merasakan sakit
karena akan melahirkan, maka Allah s.w.t.
mencatat baginya pahala orang yang berjihad
pada jalan Allah s.w.t.
Apabila seseorang perempuan melahirkan anak,
keluarlah dosa-dosa dari dirinya seperti keadaan
ibunya melahirkannya.

Kamis, 28 Mei 2015

Berharap Terlalu Banyak Itu Melelahkan. Bijaklah Mengharapkan Hal-hal Ini Jika Tak Ingin Kecewa Berkelanjutan

Merasa kecewa tentu bukan hal yang diinginkan seseorang. Jika harus memilih, lebih baik merasa puas dan bangga diri, tenang karena semua ekspektasimu terpenuhi. Namun kita tak selalu bisa menghindari rasa kecewa. Ada saja saatnya di mana keinginan gagal terpenuhi, mimpi tak tercapai, dan ekspektasimu akhirnya runtuh karena dipasang terlalu tinggi.

Yang paling sering terjadi, kita mengharapkan seseorang akan menjadi manusia yang berkata dan mengambil keputusan sesuai keinginan kita. Padahal mereka punya pemikiran sendiri, keinginan sendiri, kepentingan sendiri — yang belum tentu bersanding dalam harmoni dengan apa yang kita miliki.
Ada titik di mana kita harus mulai mengenal seseorang lebih dalam, menghargai kepribadiannya dan menerima mereka apa adanya. Cobalah dengan tulus mengenal seseorang jika tidak ingin kecewa. Berhentilah menaruh harapan pada mereka terlalu tinggi, layaknya dalam beberapa hal berikut ini:

Jangan berharap mereka bisa selalu sependapat denganmu. Sahabatmu sendiri sekalipun bisa punya pandangan jauh berbeda, karena otak manusia yang tak pernah sepenuhnya sama

Berharap orang lain akan selalu setuju pada kita, cukup melelahkan
Berharap orang lain akan selalu setuju pada kita, cukup melelahkan via disaster.tumblr.com
Dalam kehidupan, tidak semua orang bisa punya pemikiran sejalan dengan kita. Memaksakan kehendak kepada orang lain justru akan menghancurkan kebebasan berpikir seseorang.
Cobalah untuk tantang dirimu sendiri: kenapa kamu memutuskan untuk memiliki pendapat seperti itu? Semakin kamu tahu, semakin validasi atau persetujuan orang lain atas pendapatmu itu menjadi tidak perlu. Biarkan mereka berpendapat sebebas yang mereka suka. Yang perlu kamu pikirkan, hanyalah darimana pendapatmu sendiri bisa kamu miliki.


Jika kita telah menghargai diri sendiri, maka orang lain akan menghargai kita. Tak perlu lagi berharap-harap cemas apa mereka bisa menerima kita apa adanya.

Orang akan menghargai kita dengan sendirinya
Orang akan menghargai kita dengan sendirinya via videohive.net
Orang yang kuat sering digambarkan dengan badan kekar dan berotot, tapi kekuatan sebenarnya ada pada jiwa dan semangat. Jiwa dengan percaya pada kemampuan sendiri dan menghargai diri sendiri akan mebuat kita menjadi manusia yang kuat, ditambah dengan semangat yang kuat, tak hanya untuk mencapai mimpi tapi melampauinya. Berhentilah untuk mengharapkan kasih sayang, rasa hormat, dan perhatian dari orang lain setiap waktu.
Tak ada salahnya berbuat baik pada orang lain, tapi penting juga untuk berbuat baik pada diri sendiri. Ketika kita telah mencintai diri sendiri dan menghargai diri sendiri, kita akan menjadi teman yang lebih baik, keluarga yang lebih baik, dan diri sendiri yang lebih baik.

Menyukai seseorang tak bisa direncanakan, tak bisa dipaksakan. Daripada berharap seseorang akan menyukai kita, lebih baik bersikap positif dan mereka akan suka kita dengan sendirinya

Pribadi yang menyenangkan akan dengan sendirinya disukai orang
Pribadi yang menyenangkan akan dengan sendirinya disukai orang via mashable.com
Di kehidupan ini telah diciptakan keseimbangan. Ada orang yang menyukai kita, dan ada pula yang tidak. Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang berharga untuk kita, tak ada gunanya mempedulikan orang-orang yang tidak menyukai kita. Tak peduli sebaik apa pun kita bersikap, tetap akan menjadi hal yang buruk bagi mereka yang selalu mengkritik kita. Banyak tersenyum, abaikan kicauan mereka dan tetaplah berjalan maju. Waktu dan hidup kita terlalu berharga untuk sekedar berharap orang lain akan menyukai kita.

Jadilah diri sendiri dan percaya diri. Tak perlu setiap kata orang lain kamu ikuti. Tak perlu pula berharap mereka mengikuti kita.

Ide setiap orang berbeda, jangan berharap orang lain selalu cocok dengan ide kita
Ide setiap orang berbeda, jangan berharap orang lain selalu cocok dengan ide kita via www.forbes.com
Menyayangi dan menghargai orang lain berarti kita membebaskan mereka untuk menjadi diri sendiri. Tak perlu kita berharap orang lain menjadi seseorang yang sesuai dengan keinginan kita. Setiap orang memiliki hal-hal yang menjadikan mereka berbeda dan istimewa, termasuk ide pemikiran. Ketika seseorang memiliki ide yang berbeda, kita harus menghargai dan menerima perbedaannya. Jangan terlalu banyak berharap tentang sesuatu, termasuk seseorang untuk sesuai dan menyukai ide kita.

Membaca pikiran adalah hal yang sulit. Tak semua orang dilahirkan dengan bakat untuk melakukannya, maka jangan berharap orang lain bisa membaca pikiran kita

Melakukan hal sulit seperti membaca pikiran bukan soal gampang
Melakukan hal sulit seperti membaca pikiran bukan soal gampang via alexthemindreader.com
Tak semua orang dilahirkan dengan kemampuan membaca pikiran. Berharap mereka mengerti apa yang kita pikirkan terlihat sia-sia dan melelahkan. Berharap seseorang yang kita sukai menyadari jika kita menyukainya tanpa pernah kita menunjukkannya atau mengungkapkannya juga terlihat hanya membuang waktu.
Dapat dipahami jika kebanyakan wanita menyukai sesuatu yang berbau misteri dengan kode-kode dan ingin selalu dimengerti. Tapi, saat mereka menyadari lawan bicaranya tak mengerti kode-kode itu, mereka akan kecewa dan merasa membuang waktu dengan menciptakan kode-kode. Jika sudah menyadari akhirnya akan menyesal, maka berhentilah membuang waktu dengan berharap orang lain untuk mengerti pikiran kita dan buatlah lebih sederhana dengan mengatakan apa yang kita pikirkan, katakana apa adanya.

Kedewasaan, bertambahnya usia, dan cara pandang seseorang akan selalu berubah. Kadang mereka juga tak menyadari jika telah berubah, maka jangan berharap mereka bisa tetap sama.

Ingatlah bahwa yang tidak akan berubah adalah purubahan itu sendiri
Ingatlah bahwa yang tidak akan berubah adalah purubahan itu sendiri via www.ineffableisland.com
Saat kita mengatakan “kamu berubah”, ada dua hal yang terjadi pada saat yang bersamaan, yaitu mereka yang menjadi lebih dewasa atau cara kita melihat mereka telah berubah. Ketika kita menyukai dan menghargai seseorang kita akan menerima apa adanya, dan tak akan merubah. Semua orang akan berubah, justru yang tidak akan pernah berubah adalah perubahan itu sendiri.
Setiap orang akan berubah, tapi ketika kita tidak mencoba merubah seseorang dan membiarkan dia menikmati kebebasan dan kehidupannya serta mendukung mereka, justru itu adalah sebuah keindahan dalam menghargai orang lain. Disadari atau tidak, yang berubah adalah cara pandang kita terhadap seseorang.

Semua orang akan punya masa di mana hidup mereka berada dalam titik terendah. Berharap mereka akan baik-baik saja akan percuma. Memberi dukungan dan semangat akan jauh lebih berguna.

Cobalah semangati dan berbagi cerita
Cobalah semangati dan berbagi cerita via www.howitworksdaily.com
Selalu ingat bahwa hidup ada naik dan turun, ada hitam apa putih. Menerima seseorang dengan segala kondisi adalah bentuk menghargai keputusan dan diri mereka pribadi. Setiap masalah yang datang bukan untuk dihindari tapi dihadapi. Memberi dukungan, berbagi dan memberi kontribusi untuk orang lain adalah hadiah terbesar dalam kehidupan. Memaksa orang lain untuk seolah-olah baik-baik saja padahal tidak akan sangat melelahkan, baik untuk kita yang memaksakan dan dia yang melakukan.
Terima keadaannya dengan lapang dada. Ada tiga kesamaan yang sering kita bagi, yaitu mimpi, kebutuhan, dan perjuangan. Saling memberi semangat dan mendukung akan lebih bermanfaat untuk orang lain.
Ingat-ingatlah sakitnya merasa kecewa dan jangan coba-coba ingin merasakannya untuk kesekian kali, maka cobalah untuk menjadi pribadi yang penerima, tulus dan apa adanya. Termasuk jangan memaksakan kehendak pada orang lain tentang apa yang menurut kita benar.
    Artikel kali ini dikutip dari Marcandangel dan @hipwee. Artikel aslinya bisa dilihat disini.

    Kisah Sopir Taksi Lulusan Jerman yang Memberi Pelajaran Bahwa Tak Perlu Gengsi Berjuang Untuk Hidup


    Nama Peter Yan beberapa hari ini ramai menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir taksi ini memang memiliki pengalaman hidup yang layak untuk dijadikan pelajaran. Di usianya yang sudah menginjak usia 58 tahun ini, Peter Yan yang lulusan S2 teknik Sipil di Jerman, kini dengan ikhlas menjalani profesinya sebagai seorang sopir taksi.

    Bermula dari seorang penumpang yang kaget ketika Peter Yan menjawab telepon dengan Bahasa Jerman.

    Postingan itu kemudian menjadi viral dan menjadi pembicaraan di media sosial. Media-media mainstream pun tak ketinggalan memberitakan sosok Peter Yan yang mengejutkan ini.

    Sepuluh tahun tinggal di Jerman, Peter Yan pulang ke Indonesia dan mengerjakan banyak proyek pembangunan.

    Peter Yan tak malu menjadi sopir taksi
    Peter Yan tak malu menjadi sopir taksi via www.google.co.id
    Lulus SMA, pria asal NTT ini memutuskan kuliah di Jerman. Tak ada bayangan apa yang akan dilakukannya. Baginya, saat itu lulus dan diterima kuliah di luar negeri adalah sesuatu yang membanggakan. Selama sepuluh tahun, Peter Yan tinggal di Jerman untuk kuliah. Menurutnya, waktu itu kuliahnya gratis, namun dia harus bekerja untuk memenuhi kehidupannya selama di Jerman. Dia pun menikah dengan gadis Indonesia yang juga berkuliah di Jerman dan telah dikaruniai anak.
    Setelah lulus kuliah, Peter Yan pun kembali ke Indonesia untuk menerapkan ilmu yang telah ditimbanya selama sepuluh tahun di Jerman. Dia memulai dengan mempraktikkan ilmu yang diperolehnya di Jerman, yakni membuat desain tata kota. Tahun 1991, Peter dan kedua temannya sudah membuat desain busway seperti yang digunakan saat ini. Namun sayang, Pemprov DKI Jakarta waktu itu belum tertarik untuk menggunakan desain yang diberikan Peter. Ia pun mengaku pernah membuat desain beberapa jalan layang di Jakarta. Peter pun turut membuat desain untuk pembangunan ribuan rumah pasca gempa Aceh pada tahun 2004 silam.

    Kisah Peter Yan ini telah diangkat ke sejumlah televisi dan membuat kagum presenter televisi yang mewawancarainya.

    Testimoni salah satu presenter yang mewawancarai Peter Yan
    Testimoni salah satu presenter yang mewawancarai Peter Yan via www.path.com
    Kisah perjalanan Peter Yan yang inspiratif ini membuat sejumlah media penasaran dengan sosoknya. Bahkan, Peter Yan baru-baru ini mulai mucul di televisi. Presenter yang mewawancarainya pun dibuat kagum dengan kerendahan hati dan keikhlasan diri Peter Yan. Seperti yang diungkapkan Andini Effendi, presenter televisi ini menunjukkan kekagumannya pada Peter Yan melalui akun pribadi Path-nya. Andini bertanya kepada Peter, apakah tidak malu menjadi sopir taksi. Dengan santainya Peter Yan menjawab, kalau dia malu dia tidak akan bisa diwawancara di televisi.
    “Tuhan itu baik, Mbak…” ujar Peter Yan diakhir jawabannya.

    Di samping menjadi sopir taksi, Peter Yan juga masih  menerapkan ilmunya dengan mengajar di salah satu universitas swasta di Jakarta.

    Sopir taksi lulusan Jerman
    Sopir taksi lulusan Jerman via www.google.co.id
    Beberapa bulan ini, kondisi Peter Yan memang sedang sulit. Usaha yang dikerjakannya bagkrut dan dia kesulitan mencari pekerjaan. Makannya dia pun beralih profesi menjadi sopir taksi. Meski demikian, Peter Yan masih bisa menyalurkan ilmunya. Dia juga menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta, meski itu cuma dianggap sebagai pekerjaan paruh waktunya. Pekerjaannya utamanya tetap sebagai sopir taksi.
    Sebenarnya meski menjadi seorang sopir taksi, Peter Yan tetap bisa mengamalkan ilmunya. Kesehariannya sebagai sopir taksi ini membuat dia mengerti daerah mana saja yang macet pada jam tertentu. Peter Yan pun telah memiliki solusi untuk mengatasi daerah-daerah macet yang hampir setiap hari dilaluinya itu.
    Kisah Peter Yan ini mengajarkan pada kita bahwa hidup tak selamanya berjalan mulus. Kadang mendapat banyak kenikmatan, tak jarang mendapat cobaan. Peter Yan mengajarkan untuk menerima segala yang diberikan dengan ikhlas dan tetap menjalaninya dengan penuh semangat serta syukur. Tak perlu malu dengan apa yang dikerjakan, selama itu baik, tentu kelak akan berbuah baik.
    Kalau Peter Yan yang sudah berumur saja masih semangat menghadapi cobaan, masa kamu yang masih muda dikasih cobaan sedikit aja, udah galau…
    Artikel ini terinspirasi oleh @hipwee 

    Minggu, 25 Januari 2015

    Kata Cowok: Bagi Kami Cewek Berjilbab Terlihat Lebih Menarik dan Bersahaja, Karena…


    Demi menjalankan perintah agama, banyak cewek-cewek memutuskan untuk menutup auratnya dari ujung kepala hingga kaki. Saudari kamu, teman kamu dan bahkan mungkin pacar kamu sudah memutuskan untuk berhijab. Bagi perempuan yang hidup di era modern, berhijab adalah keputusan besar dalam hidupnya. It’s a life changing decisionbagi sebagian perempuan.
    Namun kamu, para perempuan yang berhijab, tak bergeming, jika hati sudah mantap kewajiban adalah kewajiban. Toh, ketakutan akan dikucilkan dari pergaulan dan diabaikan oleh lawan jenis gak terbukti nyata. Kalau pun ada, kamu mungkin belum aja menemukan orang-orang yang mengapresiasi perempuan-perempuan berhijab, seperti orang-orang ini:


     1. Perempuan berhijab adalah pribadi yang tidak egois. Mereka membantu kami, para pria, menjaga pandangan secara manis

    Menghargai diri sendiri via www.pinterest.com
    “Aku suka cewek berjilbab karena dia tahu cara menghargai dirinya sendiri.”
    Eka Rizky, 26 tahun.
    Memutuskan untuk menutup diri sesuai ajaran agama agar terhidar dari mata yang jelalatan merupakan tindakan yang mulia. Bagaimana tidak? Perempuan berhijab rela berpanas-panasan dalam balutan kain supaya orang lain (terutama cowok) terhindar dari dosa mata. Jika kata ‘dosa’ terdengar begitu berat bagimu camkan ini: staring atau memandang lekat-lekat lawan jenis itu gak sopan. Perempuan berhijab gak ingin kamu bertindak gak sopan, jadi mereka memutuskan untuk lebih dulu sopan di hadapan kamu.


    2. Kecantikan yang nyata tidak perlu diumbar agar bisa dirasa. Justru hijab menyembunyikannya secara bersahaja

    Memancarkan kecantikan
    Memancarkan kecantikan via perigunawan.deviantart.com
    “Kalau dipakenya bener, cewek berhijab itu bisa jadi jauh lebih cantik”
    Fajar Kurniawan, 24 tahun.
    Balutan kain yang tebal tersebut gak bisa menyembunyikan kelembutan, kesolehan dan pesona kecantikan perempuan yang mengenakannya. Di mata sebagian cowok, jilbab dan pakaian yang serba tertutup justru mengamplifikasi pesona seorang perempuan. Dengan warna yang menarik dan style yang makin beragam sekarang, perempuan berhijab seharusnya gak perlu malu dengan apa yang mereka kenakan. Selama pakainya gak aneh-aneh dan terus berpedoman pada norma yang benar, seorang perempuan bisa jadi makin cantik setelah berhijab.


    3. Bagi kami, kamu yang berjilbab adalah wanita yang teguh hati. Perintah agama bagimu tak bisa ditawar lagi

    Keteguhan
    Keteguhan via www.pinterest.com
    “Cewek berjilbab itu keren, dia punya tekad kuat untuk menjalankan keyakinannya” 
    Aji, 24 tahun.
    Selama ini kita selalu mengira perempuan berhijab hanya karena harus memenuhi kewajibannya. Kita seakan lupa kalau ada beberapa perempuan yang mau menutupi dirinya karena pilihan sendiri. Tanpa merasa terpaksa, hanya ikhlas karena dia suka mendapati dirinya dalam keadaan tertutup. Lihatlah para muslimah di negara barat yang tetap teguh dengan pendiriannya meski penampilannya dicibir oleh sejumlah masyarakat yang gak mau mengerti mengapa mereka memilih untuk berhijab. Terlepas dari perintah agama, mengenakan jilbab adalah bukti keteguhan hati.


    4. Kecantikanmu yang disembunyikan terlihat lebih mengagumkan. Tak bisa dipungkiri kami sering merasa penasaran

    Bikin penasaran
    Bikin penasaran via www.deviantart.com
    “Pacaran sama cewek hijab sih belum pernah tapi selalu penasaran tiap kali lihat (cewek berhijab -red). Apalagi kalau cantik. Hehehe” 
    Ardy Putra, 24tahun.
    Mungkin karena beberapa perempuan berhijab membatasi dirinya dalam pergaulan sehingga kesan yag timbul adalah agak misterius dan bikin penasaran. Mungkin sekilas seperti gadis yang pemalu, namun yang pasti perempuan berhijab gak pernah memposisikan dirinya sebagai orang yang sombong. Mereka hanya segan untuk memulai percakapan, apalagi untuk mengajak kenalan. Tingkah-tingkah seperti inilah yang membuat beberapa cowok menjadi semakin penasaran untuk lebih dekat dengan perempuan berhijab.


    5. Kami tahu tak mudah berpenampilan cantik dengan aturan yang harus ditaati. Terima kasih telah tampak begitu bersahaja tapi tetap nyaman dipandang mata

    Usahanya harus diacungi jempol
    Usahanya harus diacungi jempol via notimenomore.blogspot.com
    “Meski aku gak paham dandan tapi kayaknya gak mudah loh buat pake jilbab dan berdandan rapi tiap pagi. Salut!” 
    Rahmat, 21 tahun.
    Ya, rasa hormat bukan hanya buat pacar atau gebetan kamu, tapi juga buat ibu, saudari, ibu guru dan semua perempuan yang berhijab yang kamu temui. Kalau cewek pada umumnya butuh 1-2 jam buat berdandan cantik maka perempuan berhijab butuh waktu ekstra untuk memilih jilbab yang sesuai dengan warna pakaian dan sesuai dengan acaranya. Mereka juga butuh waktu buat mengenakannya dan merapikannya. Harus diakui perumpuan berhijab gak sesimpel cewek jins dan t-shirt namun semua waktu dan effort yang mereka berikan harus dihargai.


    6. Tanpa banyak kata kalian mengajarkan kami jadi lebih perasa. Kami ingin menjaga penampilanmu agar bebas dari cela

    Jadi perasa
    Jadi perasa via plus.google.com
    “Kadang malu mau ngasih tahu ‘Maaf mbak rambutnya kelihatan (keluar dari jilbab -red)‘ takut salah. Tapi kalo dibiarin kan gak bagus juga” Aji, 24 tahun.
    Perempuan membawa presence tiap kali mereka berinteraksi dengan teman-temannya. Baik cewek maupun cowok bisa merasakan kehadirannya dan mengakui eksistensinya sebagai perempuan berjilbab. Sehingga tanpa sadar orang-orang jadi lebih perhatian padanya. Hal ini memberi pengaruh baik bagi cowok yang memang menaruh simpati, kamu jadi lebih perhatian dan peduli. Berusaha menjaga pandangan namun merasa bertanggung jawab untuk memberi tahu bahwa beberapa helai rambutnya menyembul dari dalam jilbab.


    7. Kesadaranmu akan kewajiban menunjukkan akar keimanan yang kuat. Sering kami sebagai pria merasa kerdil dan jauh tertinggal dalam iman dan pemahaman

    Mendalami agama
    Mendalami agama via plus.google.com
    Ketika ditanya mengapa dia memilih berhijab dan jawaban yang meluncur adalah“Karena Allah” maka berdesir darah dalam nadi. Jawaban seperti barusan bakal menyakinkan kamu bahwa jilbab dan pakaian tertutupnya bukan sekedar fashion statement, keputusannya adalah panggilan dari hati untuk memenuhi perintah agama. Dari sini pula kamu sadar bahwa perempuan berhijab kemungkinan memiliki akar agama yang kuat di dalam keluarganya. Lalu ketika kamu bertanya dalil apa yang mendasari keputusannya berhijab dan dia menjawab “An-Nur:31 dan Al-Ahzab:59″maka sebaiknya kamu pulang dan membaca sendiri ayat-ayat tersebut.


    8. Walau udara sedang panas-panasnya kehadiranmu yang anggun justru menyejukkan suasana. Kamulah oase di tengah makin anehnya dandanan wanita di seluruh dunia

    Gerah bukan masalah
    Gerah bukan masalah via www.anekaremaja.com
    “Liat cewek hijab itu sejuuuuk rasanya..” 
    Bagus Aditya, 23 tahun.
    Tinggal di negara tropis sambil mengenakan pakaian yang serba tertutup dan tebal bukanlah perkara mudah. Terlalu lama di luar ruangan bikin terpapar matahari, berdiam di dalam ruangan juga menimbulkan rasa gerah. Kita para cowok gak pernah tahu bagaimana gerahnya kapala yang dibaluti jilabab tiap saat. Namun perasaan panas tersebut tetap dihadipi perumpuan berhijab dengan kepala dingin, mereka tetap kalem tanpa banyak mengeluh. Sikap tenang itulah membuat mata yang memandang selalu merasa sejuk.


    9. Penampilan yang tertutup membuat kami merasa aman melepaskan kalian pergi sendirian. Ada tameng yang membuat pria-pria lain mau tak mau harus menjaga pandangan

    aS
    Aman sendirian, insya Allah via weheartit.com
    “Cewek yang berhijab itu sudah punya pandangan untuk menuju dunia akhirat dan lebih aman jika berpergian sendiri, terhindar dari laki–laki hidung belang” 
    Fajar Kurniawan, 24 tahun.
    Bicara soal pandangan ke depan, kamu bisa bisa menganggap perempuan berhijab sebagai orang yang visioner. Harapan dan mimpinya melampaui kehidupan di dunia. Yang mereka harapkan adalah kebahagian di dunia dan di akhirat seperti yang dijanjikan. Di samping itu, beberapa cowok percaya bahwa penampilan yang dijaga sedemikian rupa akan menjauhkan perempuan berhijab dari niat-niat jahat orang lain. Selama perempuan paham cara menjaga diri dan cowok-cowok sendiri bisa mengontrol dirinya, maka Insya Allah dunia ini bisa menjadi tempat yang aman bagi semua.


    10. Ketika akhlak dan penampilanmu sudah sebegini indahnya, adakah alasan untuk tidak jatuh cinta?

    Tinggal dilamar
    Tinggal dilamar via weheartit.com
    Dari penyataan teman-teman di atas tersirat kalau perempuan jadi lebih cantik setelah berhijab. Penampilan cantik itu hanyalah bonus karena yang terpenting (dan sering dilupakan) adalah cantik perilakunya, mulia akhlaknya dan serta kesolehannya. Perempuan berhijab gak semestinya hanya dilihat dari penampilan luarnya saja, karena dibalik keanggunannya terdapat kepribadian yang lebih dalam dari yang kamu kira.


    Tulisan ini memang gak mewakili semua perasaan cowok di luar sana karena sama seperti perempuan yang memilih mengenkan hijab, ini masalah hati dan iman. Tapi bagi beberapa cowok gadis berjilbab memang cocok dijadikan pasangan sejiwa. Dia yang tidak boleh disia-siakan, karena begitu berharga